KARIMUNJAWA SUPPLY BIBIT RUMPUT LAUT
KE PROVINSI BANGKA BELITUNG
Jepara- Melewati musim barat tahun ini secara umum aktivitas budidaya rumput laut Eucheuma cottoni di Kepulauan Karimunjawa sudah mulai kembali bergeliat. Aktivitas sebagian besar pada upaya pengembangan bibit dan saat ini telah memasuki proses produksi budidaya. Kegiatan budidaya rumput laut di Karimunjawa tersebar di beberapa pulau dimana yang mendominasi diantaranya di Pulau Karimunjawa, Pulau Nyamuk, Pulau Parang, dan Kemujan. Sudah tidak diragukan lagi kegiatan usaha ini menjadi barometer penggerak ekonomi masyarakat pesisir kepulauan Karimunjawa.
Makin maraknya kegiatan budidaya rumput laut di sebagian wilayah Indonesia, menuntut adanya ketersediaan bibit secara kontinyu dan berkualitas. Rumput laut di Karimunjawa sebagian besar adalah dari jenis Kappaphycus alvarezi strain maumerre dan philipina, jenis ini dikenal mempunyai keunggulan terutama dalam hal kecepatan pertumbuhan dan daya tahan terhadap fluktuasi lingkungan perairan. Sejalan dengan kondisi tersebut kebutuhan akan bibit rumput laut mengalami peningkatan yang signifikan tidak terkecuali untuk kebutuhan di Jawa Tengah , namun permintaan kebutuhan bibit mulai datang dari luar Provinsi salah satunya Provinsi Bangka Belitung. Provinsi Bangka Belitung melalui peran pemerintah daerah tengah melakukan upaya peningkatan produksi secara maksimal s/d tahun 2014.
Pengangkutan bibit ke Bangka Belitung dilakukan melalui transportasi laut dengan menempuh perjalanan 1-2 hr, namun demikian perlakuan selama perjalan sudah bias diantisipasi melalui sirkulasi air secara terus menerus dalam kapal. Dengan kemampuan supply bibit rumput laut ke Bangka Belitung, sudah tidak diragukan lagi bahwa rumput laut Jepara, khususnya Karimunjawa mampu bersaing secara kualitas.
Adanya permintaan kebutuhan bibit ke Provinsi Bangka Belitung, diakui sebagian besar pembudidaya di Pulau Nyamuk karimunjawa sangat menguntungkan dari sisi peningkatan pendapatan. “Harga bibit saat ini cenderung meningkat yaitu pada level harga Rp.2.000,-/kg di tingkat pembudidaya”, ujar salah seorang pembudidaya. Tidak terkecuali menurut Dwi Wismoyo, salah satu pelaku usaha, harga rumput laut juga telah mengalami kenaikan, ditingkat pembudidaya saat ini harga berkisal Rp.10.000,- s/d 11.000,-/kg. Apalagi diakui Dwi, kualitas rumput laut asal Karimunjawa kualitasnya baik dibanding daerah lain. “Ini hasil survey eksportir di Surabaya”, tuturnya.
Pengembangan rumput laut Karimunjawa hendaknya menjadi prioritas kebijakan strategis jangka pendek pihak pemerintah daerah, namun sayangnya sampai saat ini peran pemerintah daerah belum menampakan peran yang dominan dalam pencapaian target peningkatan produksi rumput laut. Peran lebih didominasi oleh peran para pengepul yang bermitra dengan pembudidaya. “ Harusnya pihak pemerintah, turut memfasilitasi kebutuhan dan menjadi mitra setia para pembudidaya “, tutur Purbo, Ketua kelompok Bina Karya.
